Reading Reflection: THE MASTER PLAN OF EVANGELISM (Robert E. Coleman)

masterplan

Membaca buku yang pernah dibaca pada waktu lampau terasa seperti mengunjungi teman lama. Menelusuri kembali kalimat-kalimat yang merentang pemikiran dan mengubahkan pandangan seperti mempercakapkan perjalanan yang sudah dilalui sejak terakhir kali bertemu. Setidaknya itu yang saya rasakan ketika membaca ulang The Master Plan of Evangelism (Robert E. Coleman).

Buku ini pernah menjadi bacaan wajib bagi semua siswa yang sedang dimuridkan dan memuridkan pada masa kuliah dulu. Buku ini pernah saya wajibkan untuk dibaca bagi semua pembimbing kelompok pemuridan Kambium waktu masih melayani di Gloria mula-mula. Sekarang, setelah bertahun-tahun menjalani dan menggerakkan pemuridan, saya disegarkan lagi oleh kebenaran yang bernas di dalamnya. Senang membaca lagi, sambil mengumpulkan banyak mutiara hikmat yang dulu tercecer waktu membacanya, karena waktu itu masih sangat minim wawasan dan pengalaman dalam pemuridan. Senang mencocokan catatan perjalanan saya sendiri dengan catatan Coleman tentang prinsip-prinsip dalam pelayanan pemuridan sebagaimana yang dilihatnya dalam pelayanan Yesus, teladan sempurna.

Catatan: Teks di dalam kotak merupakan kutipan langsung dari buku Coleman (saya terjemahkan). Teks di luar kotak adalah refleksi saya terhadap bacaan di bab yang bersangkutan.

Preface
Apakah usaha kita dalam menjalankan kegiatan di dalam gereja memenuhi amanat agung Kristus? Apakah kita melihat semakin bertambah banyaknya orang-orang yang berdedikasi untuk menjangkau dunia dengan injil sebagai hasil dari pelayanan yang dilakukan? Memang kita begitu sibuk mengerjakan program demi program di dalam gereja. Tetapi apakah kita sedang memenuhi tujuan?

Dalam pusaran kegiatan sering kali kita sudah tidak bertanya lagi apakah kegiatan yang sedang dilakukan sedang memenuhi tujuan atau tidak. Kita memandang aktivitas sama dengan produktivitas dan pertumbuhan rohani.
Kita perlu berhenti sejenak dan dan bertanya: Melalui kegiatan demi kegiatan yang dilaksanakan, apakah murid-murid Kristus yang dewasa sedang dihasilkan? Apakah pekerja Kristus sedang dilipatgandakan? Apakah penuai-penuai sedang diperlengkapi untuk diutus bagi misi Tuhan?
Jika tidak, apa yang harus dilakukan secara berbeda? Apa yang perlu dimulai atau ditambahkan untuk dapat mendukung dalam memenuhi tujuan? Apa yang perlu dihentikan atau dikurangi agar tidak menghambat dalam mencapai sasaran?

1. Selection
Pelayanan Tuhan Yesus dimulai dengan mengumpulkan beberapa orang untuk mengikuti Dia. … Perhatian-Nya bukan pada program untuk menjangkau orang banyak, melainkan pada orang yang akan diikuti orang banyak. … Orang-orang adalah metode-Nya untuk memenangkan dunia bagi Tuhan. … Yesus mengatur hidup-Nya sedemikian sehingga dapat memuridkan orang-orang yang dipilih-Nya. … Meskipun Yesus melakukan apa yang dapat dilakukan bagi orang banyak, Dia mengkhususkan Diri-Nya kepada beberapa orang secara pribadi, bukan kepada orang banyak secara massal, agar orang banyak tersebut akhirnya dapat dijangkau. Ini adalah kegeniusan dari strategi-Nya.

Prinsip pemilihan/pembatasan dan konsentrasi ini sangat jelas terlihat dalam metode Tuhan Yesus, tetapi dalam gereja Tuhan sangat jarang dipraktikkan dengan konsisten. Prinsip ini sudah digantikan dengan usaha untuk mengejar jumlah jemaat, angka kehadiran, kenaikan kuantitas tidak diiringi kerinduan yang sungguh atas terjadinya kualitas pertumbuhan apalagi keberlanjutan mata rantai pelayanan pemuridan. Metode Kristus memerlukan ketekunan dan kesenyapan dalam jangka panjang untuk menghasilkan kualitas sebelum menampakkan kuantitas yang berlipatganda secara eksponensial. Mungkin di sinilah memang letak masalahnya. “Ketekunan”, “kesenyapan”, “jangka panjang” adalah kata dan frasa yang tidak populer dalam budaya dan gereja yang menginginkan catatan prestasi dan ukuran keberhasilan yang cepat.
Kebenarannya dibuktikan Yesus: Jika kita berfokus pada kualitas, maka kita akan menghasilkan kuantitas yang berkualitas. Jika kita berfokus pada kuantitas, maka kita tidak akan menghasilkan baik kualitas maupun kuantitas.

2. Association
Yesus memilih 12 murid dari kelompok pengikutnya yang lebih besar “untuk bersama-sama dengan Dia dan untuk diutus-Nya” (Mar 3:14; lih Luk 6:13). … Waktu yang diinvestasikan Yesus kepada beberapa murid-Nya ini jauh lebih banyak dari yang diberikan-Nya kepada orang banyak. … Bahkan ketika Yesus melayani orang-orang lain, murid-murid-Nya ada bersama-Nya. … Mereka belajar dari semua yang dikatakan dan dilakukan Yesus kepada orang-orang lain, ditambah dengan penjelasan dan bimbingan pribadi yang Yesus berikan kepada mereka.
Khotbah, persekutuan doa, ataupun kelas-kelas pembinaan, meskipun diperlukan, tidak cukup untuk dapat mempersiapkan pemimpin gerakan. Memperlengkapi seseorang bukan hal yang mudah, membutuhkan perhatian pribadi yang terus-menerus, seperti yang diberikan orangtua kepada anak-anaknya. … Teladan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang berada dekat dengan orang yang dipimpinnya. … Jika Yesus, Anak Allah, memandang perlu untuk terus tinggal bersama dengan beberapa orang murid-Nya selama tiga tahun, dan meskipun demikian satu dari mereka terhilang, bagaimana mungkin gereja berharap dapat melakukan tugas ini melalui produksi massal beberapa hari dalam setahun?

Sebagaimana prinsip pemilihan/pembatasan jumlah (selection) merupakan prinsip konsentrasi kepada beberapa orang dalam pembimbingan, demikian juga prinsip persekutuan (association) merupakan prinsip komitmen untuk membangun hubungan yang mendalam. Pemuridan dicirikan oleh komitmen pembimbing terhadap hubungan mendalam dengan beberapa orang yang dipilih menjadi konsentrasi pelayanannya.
Dalam prinsip ini, pembimbing tidak sekadar menjadi pemimpin kelompok, yang hanya mengenal secara dangkal dan hanya bertanggung jawab selama pertemuan kelompok. Pembimbing berperan menjadi orangtua/kakak rohani yang membangun hubungan mendalam dan memikirkan, mendoakan, dan memperhatikan anak/adik bimbingnya di dalam maupun di luar pertemuan kelompok. Cara ini menuntut perhatian besar dan prioritas waktu dari pembimbing. Benar seperti kata Coleman, jika Tuhan Yesus memandang perlu melakukannya untuk membentuk murid-murid-Nya, kita tidak dapat berharap menghasilkan murid Kristus dengan cara yang kurang dari komitmen terhadap hubungan mendalam terhadap beberapa orang yang Tuhan percayakan kepada kita.

3. Consecration
Menjadi murid Kristus lebih dari sekadar menerima dengan sukacita janji-janji Tuhan, melainkan juga menyerahkan diri secara penuh pada kedaulatan-Nya. … Seorang hamba tidak dapat melayani dua tuan. … Pola pikir lama, kebiasaan, dan kesenangan akan dunia harus diselaraskan dengan pola hidup yang baru dalam Kerajaan Allah. … Yesus sedang melatih pemimpin-pemimpin dalam Kerajaan-Nya. Jika mereka mau dipersiapkan dan diperlengkapi untuk melayani, mereka harus membayar harga. Mereka yang sejak awal atau di kemudian hari tidak bersedia, pada waktunya akan menyingkir. …
Ketika Yesus menuntut ketaatan murid-murid-Nya, mereka melihat Yesus menghidupi apa yang dituntut-Nya. Sebagaimana yang Yesus katakan, “Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya” (Yohanes 13:15-17).

Banyak orang terlihat mencari Tuhan dan datang ke gereja sebenarnya hendak mencari berkat saja, tidak peduli dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Orang-orang yang mencari hidup yang baik bagi dirinya sendiri dalam konteks Kristen. Tidak tertarik untuk mengikuti pengajaran dan gaya hidup Tuhan Yesus, jika hal itu menuntut pengorbanan dan penyerahan diri. Bagaimana mereka dapat melayani dunia demi Kristus, jika yang dipedulikan hanya kepentingan dirinya? Bagaimana mereka dapat menolong orang lain untuk bertumbuh serupa Kristus, jika yang dipedulikan hanya kenyamanan semunya?

Pertemuan rohani sering kali direduksi tujuannya menjadi sekadar untuk “menarik dan mempertahankan kehadiran” di dalam gereja/persekutuan, bukan lagi untuk “memperlengkapi dan melipatgandakan pekerja” bagi ladang dunia. Tidak heran kita melihat kesuaman terjadi di mana-mana. Tidak heran di tengah banyaknya program dan kegiatan, pekerja-pekerja bagi Kerajaan Tuhan tidak dihasilkan.

Pemuridan menuntut ketaatan yang didasari kecintaan pada Tuhan. Pemuridan tidak sedang terjadi ketika pertemuan kelompok berhenti pada sekadar menambah koleksi pemahaman Alkitab maupun sekadar berkumpul dengan kawan seiman. Amanat agung memberikan standar: “Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu …” Mengajar untuk melakukan. Teach to obey. Mari kita melakukannya dalam ketaatan.

4. Impartation
Yesus menghendaki murid-murid-Nya menaati-Nya. … Mereka tahu bahwa mereka bukan sekadar diminta mengikuti suatu aturan, namun mereka meresponi Pribadi yang mengasihi mereka, dan yang bersedia memberikan Diri-Nya bagi mereka. … “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yoh 15:13). … Yesus tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menanamkan kasih Tuhan bagi dunia, yang telah menggerakkan dan menggelorakan jiwa-Nya, ke dalam hati murid-murid-Nya. Semua yang Dia katakan dan lakukan didorong oleh gairah besar ini. … Mereka melihat kasih itu dipraktikkan dalam berbagai cara setiap hari.
Yesus juga terus memperbarui penyerahan Diri-Nya kepada Bapa untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada-Nya untuk dilakukan-Nya. … Dalam penyerahan Diri-Nya kepada Bapa, Yesus juga sedang memberi Diri kepada murid-murid-Nya untuk menolong mereka memahami komitmen yang sama terhadap misi Tuhan yang perlu mereka miliki.
Roh Kuduslah yang dapat menghasilkan dan memelihara perubahan dan pertumbuhan dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan pada seorang murid (Yoh 4:14; 7:38-39). … Penginjilan dan pertumbuhan merupakan karya Roh Kudus dari awal dan terus berlanjut hingga tujuan dan rencana Tuhan tergenapi. … Perbedaan dan perubahan yang terjadi bukan karena pribadi dan karya kita, melainkan karena Pribadi dan karya Roh Kristus.

Tuhan Yesus bukan hanya menuntut ketaatan (consecration) dari murid-murid-Nya, tetapi juga memberi pemberdayaan (impartation) bagi mereka untuk dapat menaati. Tiga pemberdayaan yang dicatat oleh Coleman ditunjukkan oleh Tuhan Yesus kepada para murid adalah melalui kasih (bukan sekadar ketaatan pada aturan), keteladanan (bukan sekadar ketaatan pada perintah), serta Pribadi dan karya Roh Kudus (bukan sekadar ketaatan dengan kemampuan diri sendiri).

Pemuridan Tuhan Yesus tersebut juga digemakan dengan indah dalam pemuridan rasul Paulus:

Kasih: 1Tes 2:7-8 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.

Keteladanan: 1Tes 2:10-12 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

Karya Roh Kudus: 1Tes 1:5-8 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu. Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.

Consecration dan impartation sebagaimana yang ditunjukkan dalam hubungan antara Tuhan Yesus maupun rasul Paulus dengan murid-murid ini perlu menjadi prinsip yang perlu dipelajari dan dipraktikkan oleh setiap orang yang mau menjadi murid yang memuridkan.

5. Demonstration
Yesus mengajarkan kepada murid-murid dengan cara melakukannya di depan dan bersama mereka. Dia memperlihatkan jiwa (mengapa) dan cara (bagaimana) mengerjakan pelayanan-Nya. … Dia menunjukkannya melalui contoh hidup dan pelayanan-Nya, bukan hanya untuk membuktikan bahwa hal tersebut dapat dilakukan tetapi juga untuk menyatakan relevansinya bagi misi hidup-Nya.
Kita yang ingin melatih orang perlu siap untuk meminta mereka mengikuti teladan hidup dan pelayanan kita, sebagaimana kita mengikuti Kristus (1Kor 11:1). Kita menjadi contoh (Fil 3:17f.; 1Tes 2:7,8; 2Tim 1:13). Mereka akan melakukan apa yang mereka dengar dan lihat dari kita (Fil 4:9). Seiring berjalannya waktu, melalui pembimbingan yang demikian kita menularkan pola pikir dan gaya hidup kita kepada mereka yang terus-menerus bersama kita.
Kita tidak sempurna seperti Tuhan Yesus, dan orang-orang yang kepada mereka kita membuka hidup kita akan melihat banyak kelemahan kita. Namun, biarkan mereka juga melihat kesiapan kita untuk mengakui dosa kita ketika kita mengenali kekeliruan dalam jalan yang kita ambil. … Kelemahan kita tidak perlu menghalangi pemuridan ketika melalui kelemahan tersebut orang melihat ketulusan kita untuk mengikut Kristus.

Ada hal-hal yang dapat diajarkan secara konseptual, dari pikiran kepada pikiran. Tetapi pembelajaran dalam pemuridan terjadi dari hati (pikiran-perasaan-kehendak) ke hati (pikiran-perasaan-kehendak). Hal yang telah mengubah pikiran-perasaan-kehendak kita yang memiliki kekuatan untuk mengubah pikiran-perasaan-kehendak orang yang kita muridkan. Keteladanan dan percontohan dari hidup dan pelayanan kita adalah cara untuk menularkan kebenaran yang ingin kita lihat terjadi dalam hidup mereka.

Hal penting yang dapat kita tularkan kepada orang-orang yang kita muridkan bukanlah kesempurnaan kita, melainkan bagaimana kita terus bergumul dan bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus. Bagaimana kita bangun setelah jatuh. Bagaimana kita memerlukan keluarga rohani kita untuk saling mendorong dan menjaga. Bagaimana kita terus setia berjalan maju dalam segala jatuh-bangun, naik-turun, dan lika-liku dinamika pertumbuhan.

6. Delegation
Yesus selalu membangun pelayanannya untuk suatu masa ketika para murid-Nya harus melanjutkan pekerjaan-Nya pergi ke seluruh dunia memberitakan injil penebusan. … “Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat” (Luk 9:6; Mrk 6:12). Kelompok kecil murid-murid Kristus ini akhirnya mulai mengerjakan pelayanan seperti yang guru mereka lakukan. … Murid-murid Kristus pada segala masa adalah orang-orang yang diutus dalam tugas pekerjaan untuk menjangkau dunia, sama dengan tugas yang untuknya Kristus telah diutus dan telah menyerahkan diri-Nya. … Para murid diminta untuk melakukan apa yang telah mereka lihat didemonstrasikan dalam kehidupan guru mereka.

7. Supervision
Tuhan Yesus memberikan on-the-job-training yang terbaik. Dia memberi kesempatan kepada murid-murid-Nya untuk memiliki pengalaman atau pengamatan mereka sendiri, kemudian Dia menggunakan pengalaman/pengamatan mereka itu sebagai titik awal bagi pembelajaran dalam pemuridan. … Rencana pengajaran-Nya adalah dengan memberikan teladan, tugas, dan pengecekan-pendampingan. … Pendampingan yang Yesus berikan membawa murid-murid-Nya bergerak menuju tujuan yang Dia tetapkan.

Tuhan Yesus memuridkan dengan sasaran dan strategi yang jelas dan konsisten. Semua yang Dia lakukan adalah untuk menjadikan murid (kualitas) yang dapat menjadikan orang lain murid (kapasitas) sampai ke semua suku bangsa (kuantitas). Tuhan Yesus juga memahami segala karakteristik dan kecenderungan manusiawi murid-murid-Nya, sehingga Dia memiliki strategi pengajaran yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kualitas, kapasitas, dan kuantitas tersebut.

Setelah dimuridkan dan diberi teladan memuridkan, para murid perlu mulai bergerak menerapkan. Setelah memiliki cukup pengalaman dan pengamatan dalam menerapkan, para murid perlu pendampingan. Dengan demikian mereka terus mengalami kemajuan. Jika yang menjadi tujuan adalah sekadar untuk menarik dan mempertahankan kehadiran orang (konsumen, konsumsi), maka strategi pengajaran Yesus terlihat sebagai kerepotan berlebihan yang tidak praktis dan tidak perlu. Jika yang menjadi tujuan adalah untuk menghasilkan murid yang dapat memuridkan semua suku bangsa (produsen, re-produksi) maka strategi pengajaran Yesus merupakan hal yang sangat penting perlu.

8. Reproduction
Pemuridan Tuhan Yesus dimulai secara kecil seperti biji sesawi, namun akan tumbuh dalam ukuran dan kekuatan sampai menjadi pohon yang besar (Mat 13:32; Mrk 4:32; Luk 13:18-19). … Tidak peduli berapa kecil kelompoknya dimulai, yang penting adalah mereka terus berlipatganda dan mengajarkan murid-murid mereka untuk berlipatganda, maka pada waktunya akan menjadi ukuran dan kekuatan yang kokoh dan besar. Ini adalah cara bagi gereja-Nya untuk memenangkan dunia: melalui orang-orang yang memiliki penyerahan diri dan mengenal Juruselamat mereka dengan baik sehingga Roh-Nya dan metode-Nya menggerakkan mereka untuk memuridkan orang lain yang juga akan memuridkan orang lain lagi.

Apakah tujuan dan rencana hidup kita sebagai pribadi maupun sebagai gereja selaras dengan tujuan dan rencana Kristus?

Kita tidak hidup untuk menghasilkan kenangan (monument) akan kebesaran pencapaian kita melainkan untuk menghasilkan kegerakan (movement) murid-murid Kristus yang misioner, akan terus bereproduksi dan berlipatganda dari generasi ke generasi dalam lingkar pengaruh yang akan semakin besar dan semakin luas, sampai kepada semua suku bangsa, sampai kepada akhir zaman!

Advertisements

Discipleship Tools: BIBLE READING PLANS & MISSION PRAYER PLANS

newyear

Ketika Saudara memasuki tahun baru, masukkan rencana pembacaan Alkitab dan rencana doa misi ke dalam resolusi Saudara!

RENCANA PEMBACAAN ALKITAB
Beberapa rencana pembacaan SELURUH ALKITAB SETIAP HARI yang saya sarankan:

Read The Scripture Plan (The Bible Project)
http://bit.ly/BRPlanReadScripture
Rencana pembacaan seluruh Alkitab setiap hari selama satu tahun. Bacaan harian dari kitab demi kitab, disertai bacaan Mazmur. Ada video animasi singkat garis besar setiap kitab.

Two-Year Bible Reading Plan (Stephen Witmer)
http://bit.ly/BRPlan2Year
Rencana pembacaan seluruh Alkitab setiap hari selama dua tahun. Bacaan harian dari kitab demi kitab secara berurutan, disertai bacaan Mazmur atau Amsal. Didasarkan pada buku “How to Read the Bible Book by Book” (Gordon Fee & Douglas Stuart). Sangat baik untuk dibaca bersamaan.

Chronological Plan (The Blue Letter Bible)
http://bit.ly/BRPlanChronological
Rencana pembacaan seluruh Alkitab setiap hari selama satu tahun. Bacaan harian dari bagian Alkitab mengikuti terjadinya peristiwa secara kronologis.

Biblical Genre 52 Weeks Reading Plan (Michael Coley)
http://bit.ly/BRPlanGenres
Rencana pembacaan seluruh Alkitab setiap hari selama satu tahun. Bacaan harian dari bagian Alkitab menurut genre tulisan: Surat-surat (Minggu), Taurat (Senin), Sejarah (Selasa), Mazmur (Rabu), Puisi (Kamis), Nabi-nabi (Jumat), Injil (Sabtu).

The Robert Murray M’Cheyne Bible Reading Calendar
http://bit.ly/BRPlanMCheyne
Rencana pembacaan seluruh Alkitab setiap hari selama satu tahun (PL satu kali dan PB dua kali). Bacaan harian dari empat bagian Alkitab. Dibuat pada abad ke-19, telah dipakai secara luas.

Gema (Gerakan Membaca Alkitab) Bible Reading Plan
http://bit.ly/BRPlanGema
Rencana pembacaan seluruh Alkitab setiap hari selama empat tahun. Bacaan harian dari kitab demi kitab. Ada renungan harian.
Mobile GEMA for Android & IOS: http://bit.ly/mobileGema

Temukan berbagai rencana pembacaan Alkitab setiap hari dalam setahun lainnya di YouVersion Apps
http://bit.ly/BRPlanYouVersion

RENCANA DOA MISI
http://prayercast.com/prayer-plans.html

Sebagaimana rencana pembacaan Alkitab menolong kita menjadi intensional dalam membaca Alkitab, rencana doa misi akan menolong kita intensional dalam mendoakan dunia.
Setiap rancana doa misi akan membimbing kita dalam satu rangkaian doa setiap hari dalam jangka waktu beberapa hari/minggu/bulan. Setiap hari kita dapat menyaksikan video Prayercast, membaca info terkait, dan menaikkan doa kepada Tuhan.
Bagaimana melakukannya:

  • Secara pribadi: bersamaan dengan waktu teduh dan pembacaan Alkitab harian
  • Secara bersama: dalam kelompok kecil, persekutuan doa, sekolah minggu, dll.

Tautan dan informasi doa: http://prayercast.com/
Video doa: Youtube: https://www.youtube.com/user/Prayercast/videos dan Vimeo: https://vimeo.com/prayercast

Dalam kasih karunia Tuhan, disiplin doa misi ini akan mengubah SAUDARA dan mengubah DUNIA! Your prayers can reach across the globe and change the physical and eternal realities of masses of people!

Sampai semua suku bangsa menjadi murid Kristus,
Johan

Discipleship Tools: DISCIPLESHIP PRESENTATION SLIDES & BLOG

SOWERNEW THIN.jpg

SLIDESHARE JOHAN SETIAWAN
https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/

Last updated: 8 Jan 2018

Prinsip Pemuridan:
Amanat Agung: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/pemuridan-menjadi-dan-menjadikan-murid-kristus
The Master Plan of Evangelism: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/the-master-plan-of-evangelism
Profil Murid Kristus: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/serial-pemuridan-profil-murid-kristus
Pemuridan Paulus: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/pemuridan-paulus-di-tesalonika
Spiritual Transformation: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/spiritual-transformation-24341050

Strategi Pemuridan:
Merancang Pelayanan Pemuridan: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/designing-small-group-ministry
Model & Kurikulum Kelompok Kecil: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/modelmodel-strategi-pelayanan-kelompok-kecil
Emotionally Healthy Church: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/gereja-yang-sehat-secara-emosional
DiscipleShift Introduction: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/discipleshift-0-introduction
DiscipleShift 1 From Reaching to Making: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/discipleshift-1-from-reaching-to-making
DiscipleShift 2 From Informing to Equipping: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/discipleshift-2-from-informing-to-equipping
DiscipleShift 3 From Program to Purpose: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/discipleshift-3-from-program-to-purpose
DiscipleShift 4 From Activity to Relationship: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/discipleshift-4-from-activity-to-relationship
DiscipleShift 5 From Accumulation to Deployment: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/discipleshift-5-from-accumulation-to-deployment
The Vine Project: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/the-vine-project
TransforMisi: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/a-discipleship-ministry-center
Be The Church: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/be-the-church-30036634
Covenant EFC: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/covenant-evangelical-free-church

Keterampilan Pemuridan:
Pemuridan untuk Semua Orang: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/pemuridan-untuk-semua-orang-15905156
Orientasi Kelompok Kecil (GPBB): https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/orientasi-kelompok-kecil
Dinamika Kelompok Kecil (GPBB): https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/dinamika-kelompok-kecil-gpbb
Pemimpin Kelompok Kecil (GPBB): https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/pemimpin-kelompok-kecil-gpbb
Dinamika Kelompok: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/membimbing-kelompok-kecil-dinamika-kelompok
The Inner Circle: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/the-inner-circle-lingkaran-dalam
Mengajar untuk Mengubah Hidup: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/mengajar-untuk-mengubah-hidup-14630118
Hukum Mengajar dalam Pembimbingan: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/membimbing-kelompok-kecil-untuk-mengubah-hidup
Gaya dalam Menularkan Kebenaran dalam Pembimbingan: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/gaya-menular-contagious-styles
Lego Principle (Membangun Hubungan): https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/the-lego-principle
Spiritual Pathways: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/spiritual-pathways

Pola Pemuridan Kambium:
Mengenal Komunitas Kambium: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/tft-kambium-mengenal-kambium
Panduan Pembimbing Kelompok Kecil: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/tft-kambium-panduan-pembimbing-kelompok-kecil
Panduan Pengajar Kelompok Besar: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/tft-kambium-panduan-pengajar-kelompok-besar

Pola Pemuridan GKY Singapore:
Introduksi: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/gky-singapore-2017
Discipleship Group: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/gkysg-discipleship-group
Nurture Group: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/mengenal-nurture-group-80382102
School of Discipleship: https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/school-of-discipleship-sod-gky-singapore

transformisi
WORDPRESS BLOG TRANSFORMISI

https://johansetiawansite.wordpress.com/

Daftar Buku BAHAN PEMAHAMAN ALKITAB / KELOMPOK KECIL / KATEKISASI dalam Bahasa Indonesia: https://johansetiawansite.wordpress.com/2016/12/15/daftar-bahan-kelompok-kecil/ Daftar Buku PRINSIP & PROSES PEMURIDAN / PEMBIMBINGAN / MENTORING dalam Bahasa Indonesia: https://johansetiawansite.wordpress.com/2016/12/18/buku-prinsip-proses-pemuridanpembimbinganmentoring-dalam-bahasa-indonesia/
BBM (Bahan Bacaan & Media) untuk Bertumbuh menjadi Murid Kristus – BAGIAN 1: https://johansetiawansite.wordpress.com/2017/05/20/bbm-bahan-bacaan-media-untuk-bertumbuh-menjadi-murid-kristus-bagian-1/
Reading Reflection: THE MASTER PLAN OF EVANGELISM (Robert E. Coleman):
https://johansetiawansite.wordpress.com/2018/03/08/reading-reflection-the-master-plan-of-evangelism-robert-emerson-coleman/

DISCIPLEGRAM

https://www.instagram.com/johan_setiawan/
Semoga dapat dipakai untuk menolong gerakan pemuridan di gereja/persekutuan/lembaga pelayanan masing2.

Sampai semua suku bangsa menjadi murid Kristus,
Johan

Discipleship Tools: THE STORY

the story

The Story (https://thestoryfilm.com/ ) adalah video animasi yg menceritakan kisah dan rencana penyelamatan Tuhan (God’s redemptive plan), dari penciptaan, kejatuhan, penebusan, dan pemulihan. Kisah injil disampaikan dengan desain animasi yang indah dan menarik, dan sangat mudah diteruskan melalui medsos, web, app, dan buklet. Respons dari pemirsa dapat diikuti dalam metric report secara individual maupun group. Ideal untuk menjadi gerakan internet evangelism yang dilakukan bersama sebagai gereja, persekutuan, kelas, kelompok kecil, maupun individual.
Strategi: https://www.youtube.com/watch?v=pqOm0FazYno

Tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Chinese, Arabic, dll.
Tersedia video the Story untuk anak-anak: thestorymaker.com
Tersedia juga script unt di-embed di website gereja/lembaga/pribadi untuk memberitakan kabar baik.
Dibuat oleh Spread Truth, bekerja sama dg YouVersion, Jesus Film Media, dan Pioneers.

Sampai semua suku bangsa menjadi murid Kristus,
Johan

Discipleship Tools: ALKITAB SUARA

alkitab suara

Alkitab Suara adalah Alkitab audio dramatis berbahasa Indonesia yang dikemas seperti layaknya sandiwara radio, sehingga membantu pendengar untuk membayangkan apa yang sedang terjadi.

Alkitab Suara selesai diproduksi dalam waktu 4 tahun (Feb 2012- Feb 2016), melibatkan >800 orang pengisi suara & musisi, dengan 1 tujuan: Membantu sebanyak mungkin orang untuk semakin memahami dan mencintai Firman Tuhan.

Alkitab Suara dapat diakses melalui streaming dan download secara gratis di

Tersedia juga audio kisah-kisah Alkitab untuk Anak di https://soundcloud.com/alkitabsuara/sets/alkitab-suara-untuk-anak-anak

Alkitab Suara dapat dipakai untuk suplemen dalam membaca Alkitab secara pribadi atupun bersama, untuk didengarkan dalam perjalanan atau berolah raga, untuk pelayanan bagi orang dg gaya belajar auditory, orang dengan tradisi lisan (oral learner), tuna netra, buta huruf, orang sakit, lanjut usia, dll.

Sampai semua suku bangsa menjadi murid Kristus,
Johan

Discipleship Tools: THE BIBLE PROJECT

LP-BibleProject

The Bible Project membuat video animasi pengantar memahami Alkitab, kitab per kitab dan tema per tema. Isi dan animasinya sangat berkualitas. Sangat baik untuk dipakai dalam kelas besar, kelompok kecil, maupun studi pribadi; baik di gereja, sekolah, pemuridan, dan keluarga.
Semua video dapat diunduh secara gratis. Dilengkapi juga dg poster ringkasan, panduan pengajaran, dafatar bacaan Alkitab, dan apps-nya (semua gratis). Sekarang sudah tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
Semuanya bisa didapatkan di www.jointhebibleproject.com

Tautan:
The Bible Project Bahasa Indonesia: https://www.youtube.com/channel/UCDwqRwgIa2PFVTBwb5cmZzw/featured
Bible Reading Plan:
https://s3-us-west-2.amazonaws.com/tbp-web/media/Study%20Notes/rsreadingplan2017.pdf
Read Scripture App:
http://www.readscripture.org/

Sampai semua suku bangsa menjadi murid Kristus,
Johan

BBM (Bahan Bacaan & Media) untuk Bertumbuh menjadi Murid Kristus – BAGIAN 1

Last updated 19 Mei 2017

Seorang murid adalah seorang yang belajar. Murid Kristus adalah seorang yang sedang terus belajar dan bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus. Saya mencoba menyusun daftar bahan-bahan yang saya rekomendasikan sebagai STARTER GUIDE (uppercase, bold, italics, underline!) bagi jemaat pada umumnya untuk mulai mengeksplorasi dan mempelajari pokok-pokok pertumbuhan sebagai murid Kristus.

Menyusun daftar bahan-bahan yang direkomendasikan adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyulitkan.

Menyenangkan, bahkan sangat menggairahkan, bagi saya untuk menghubungkan orang-orang dengan sumber-sumber media dan literatur yang tersedia dengan sangat melimpahnya bagi kita yang hidup pada zaman sekarang. Kita yang hidup pada masa kini bukan saja mewarisi kekayaan bahan-bahan ini melainkan juga mendapatkan kemudahan akses yang luar biasa melalui teknologi informasi dan komunikasi. Kondisi yang demikian membuat kebutuhan untuk memilih dan memilah media dan literatur menjadi semakin besar.

Menyulitkan, karena setiap orang memiliki preferensi media dan literatur yang berbeda-beda untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor-faktornya yang membentuk pilihan tersebut sangat banyak: bahasa yang dipakai, panjang teks atau durasi media, warna teologi dan penafsiran Alkitab, gaya penyampaian, kedalaman dan keluasan pembahasan, dan masih banyak lagi. Belum lagi ditambah bias pribadi saya yang pasti sangat mempengaruhi pilihan media dan literatur yang akan direkomendasikan. Hampir mustahil untuk memberikan satu daftar rekomendasi yang relevan dan tepat bagi orang yang berbeda-beda.

Daftar ini dibuat berdasarkan klasifikasi aspek-aspek pertumbuhan dalam “segala hal” ke arah Kristus sebagai berikut:

sod

Daftar bagian pertama ini difokuskan pada rekomendasi Bahan Bacaan & Media (BBM) untuk Formasi Pengajaran saja. Saya berharap daftar ini dapat menolong dan mendorong perjalanan pertumbuhan kita bersama.

Catatan:

  • Daftar ini akan diperbarui secara periodik (lihat tanggal last updated di awal tulisan). Saya sangat berharap mendapat masukan bahan-bahan media dan literatur apa yang menurut Saudara sangat perlu untuk dimasukkan ke dalam daftar.
  • Literatur yang direkomendasikan diprioritaskan pada buku yang sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya.
  • Kursus yang direkomendasikan dibatasi pada kursus yang diselenggarakan di Singapura.

 

TOPIK BACAAN MEDIA & KURSUS
BASIC BIBLE STUDY The New How to Study Your Bible: Discover the Life-Changing Approach to God’s Word ) Kay Arthur, David Arthur, Pete De Lacy / Living by the Book: The Art and Science of Reading the Bible (Howard G. Hendricks, William D. Hendricks). MEDIA

The Bible Project: How To Read the Bible video series

Living by the Book video series

IIIM: Building Biblical Theology

KURSUS

Precept Ministries (SG) courses & workshops

Bible Interpretation How to Read the Bible for All Its Worth (Gordon D. Fee & Douglas Stuart). Bahasa Indonesia: Hermeneutik: Menafsirkan Firman Tuhan dengan Tepat (Penerbit: Gandum Mas). MEDIA

IIIM: He Gave Us Scripture: Foundations of Interpretation

KURSUS

Bible Study Fellowship (SG) classes

Bible Survey OT-NT How to Read the Bible Book by Book: A Guided Tour (Gordon D. Fee & Douglas Stuart) / With the Word: The Chapter-by-Chapter Bible Handbook (Warren W. Wiersbe). Bahasa Indonesia: Hidup Bersama Firman: Pasal demi Pasal Seluruh Alkitab (Penerbit: Katalis). MEDIA

The Bible Project: Read Scripture Old Testament & New Testament

IIIM: Kingdom, Covenants & Canon of the OT

IIIM: Kingdom, Covenants & Canon of the NT

KURSUS

Bible Study Fellowship (SG) classes

Walk Thru the Bible Ministries (SG) / Worldtach Indonesia (IND)Walk Thru the Bible OT dan Walk Thru the Bible NT

BASIC THEOLOGICAL STUDY Think: The Life of the Mind and the Love of God (John Piper). Bahasa Indonesia: Think (Pikirkan): Eksistensi Akal Budi dan Kasih akan Allah (Penerbit: Pionir Jaya).

Essential Truth of the Christian Faith (R.C. Sproul). Bahasa Indonesia: Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen (Penerbit: Literatur SAAT) / Core Christianity: Finding Yourself in God’s Story (Michael Horton). Bahasa Indonesia: Core Christianity (Inti Iman Kristen) (Penerbit: Katalis).

MEDIA

IIIM: Building Your Theology

IIIM: Building Systematic Theology

KURSUS

Core Christianity online course

Trinity Theological College (SG) – Centre for the Development of Christian Ministry (CDCM) – Evening Courses: Survey of Bible Doctrines

Systematic Theology I:

The Word of God, Theology Proper

Superioritas dan Keistimewaan Alkitab (Mangapul Sagala)

Knowing God (J.I. Packer). Bahasa Indonesia: Knowing God (Penerbit: Andi)

MEDIA

IIIM: We Believe in God

KURSUS

Core Christianity online course

Systematic Theology II: Humanity, Christ, Salvation Basic Christianity (John Stott). Bahasa Indonesia: Kedaulatan dan Karya Kristus (Penerbit: YKBK).

The Jesus I Never Knew (Philip Yancey). Bahasa Indonesia: Bukan Yesus yang Saya Kenal (Penerbit: InterAksara).

Salvation Belongs to Our God: Celebrating the Bible’s Central Story (Christopher J. H. Wright). Bahasa Indonesia: Keselamatan Milik Allah Kami (Penerbit: Perkantas Jatim).

MEDIA

IIIM: What is Man?

IIIM: We Believe in Jesus

KURSUS

Core Christianity online course

Systematic Theology III:

Holy Spirit, Church, End Times

Forgotten God (Francis Chan). Bahasa Indonesia: Forgotten God (Penerbit: Benaiah).

The Living Church (John Stott). Bahasa Indonesia: The Living Church (Penerbit: BPK Gunung Mulia).

Heaven (Randy Alcorn). Bahasa Indonesia: Heaven (Penerbit: Light Publishing).

MEDIA

IIIM: Your Kingdom Come: The Doctrine of Eschatology

KURSUS

Core Christianity online course

BASIC BIBLICAL ETHICS Issues Facing Christians Today (John R.W. Stott). Bahasa Indonesia: Isu-isu Global Menantang Kepemimpinan Kristiani (Penerbit: YKBK). MEDIA

IIIM: Making Biblical Decisions

Student/Youth: Science-Art-Faith, Love-Sex-Dating Your Mind Matters: The Place of the Mind in the Christian Life (John Stott). Bahasa Indonesia: Your Mind Matters: Akal Budi dalam Kehidupan Kristen (Penerbit: Literatur Perkantas).

The Sacred Search: What if it’s not about who you marry, but why? (Gary Thomas). Bahasa Indonesia: The Sacred Search: Pencarian Pasangan Hidup yang Kudus (Penerbit: Perkantas Jatim).

Worldliness: Resisting the Seduction of a Fallen World (Editor: C.J. Mahaney). Bahasa Indonesia: Worldliness: Melawan Godaan Dunia yang Sudah Jatuh dalam Dosa (Penerbit: Pionir Jaya).

KURSUS

Ethos Institute’s seminars & conferences on related topics

VOW (Worldview Partners) forums & conferences on related topics

Focus on the Family (SG) services & programmes on related topics

True Love Waits (IND)

Marketplace/ Young-adults: Vocation-Work-Business, Money-Sex-Power Issues Facing Christians Today – Part 3 Social Issues (John R.W. Stott). Bahasa Indonesia: Isu-isu Global Menantang Kepemimpinan Kristiani – Bagian 3 (Penerbit: YKBK).

Your Work Matters to God (Doug Sherman, William D.Hendricks). Bahasa Indonesia: Pekerjaan Anda Penting bagi Allah (Penerbit: Kalam Hidup). / Every Good Endeavour: Connecting Your Work to God’s Work (Timothy Keller). Bahasa Indonesia: Apakah Pekerjaan Anda Bagian Dari Pekerjaan Allah? (Penerbit: Perkantas Jatim).

Counterfeit Gods: The Empty Promises of Money, Sex, and Power, and the Only Hope that Matters (Timothy Keller). Counterfeit Gods: Allah-allah Palsu (Penerbit: Perkantas Jatim). / Living in the Light: Money, Sex, and Power (John Piper)

KURSUS

Simply Mobilizing: Empowered to Influence

Crown Financial Ministries (SG): MoneyLife Personal Finance Study

Crown Financial Ministries (SG): Christian Entrepreneurship Programme

Ethos Institute’s seminars on related topics

Family/ Married-couples:

Family-Manhood- Womanhood, Marriage-Divorce-Remarriage

Issues Facing Christians Today – Part 4 Personal Issues (John R.W. Stott). Bahasa Indonesia: Isu-isu Global Menantang Kepemimpinan Kristiani – Bagian 4 (Penerbit: YKBK).

Sacred Marriage: What if God designed marriage to make us holy more than to make us happy? (Gary Thomas). Bahasa Indonesia: Sacred Marriage (Penerbit Katalis) / The Meaning of Marriage: Facing the Complexities of Commitment with the Wisdom of God (Timothy Keller)

Sacred Parenting: How Raising Children Shapes Our Souls (Gary Thomas). Bahasa Indonesia: Sacred Parenting (Penerbit Katalis).

KURSUS

Sower Institute (SG) WorldTeach (IND): A Biblical Portrait of Marriage

Focus on the Family (SG) services & programmes on related topics

Ethos Institute’s seminars & conferences on related topics

BASIC APOLOGETICS Conversational Evangelism (David Geisler & Norman Geisler). Bahasa Indonesia: Conversational Evangelism (Penerbit: Katalis)

Who Made God?: And Answers to Over 100 Other Tough Questions of Faith (Editor: Ravi Zacharias & Norman Geisler). Bahasa Indonesia: Who Made God?: Siapa yang Menciptakan Allah? (Penerbit: Pionir Jaya).

MEDIA

Conversational Evangelism DVD Training

Foundations of Apologetics DVD

KURSUS

Pre-Evangelism Training class

Worldviews: Atheism, Pluralism, Secularism-Materialism-Humanism, etc. The Universe Next Door: A Basic Worldview Catalog (James W. Sire). Bahasa Indonesia: Semesta Pemikiran: Katalog Wawasan Dunia Dasar (Penerbit: Momentum).

Understanding the Times: A Survey of Competing Worldviews (Jeff Myers, David A. Noebel)

MEDIA

The Truth Project

KURSUS

Understanding the Times digital curriculum

VOW (Worldview Partners) forums & conferences on related topics

World Religions: Islam, Buddhism, Hinduism, etc. Jesus Among Other Gods: The Absolute Claims of the Christian Message (Ravi Zacharias). Bahasa Indonesia: Jesus Among Other Gods (Penerbit: Pionir Jaya).

So What’s the Difference: A Look at 20 Worldviews, Faiths and Religions and How They Compare to Christianity (Fritz Ridenour)

MEDIA

Jesus Among Other Gods DVD

i2 Ministries video

KURSUS

Mission Muslim World University (i2 ministries) online

Christian Truth: God, Bible, Jesus, etc. Reasonable Faith: Christian Truth and Apologetics (William Lane Craig)

Questions Christians Hope No One Will Ask (with Answers) (Mark Mittelberg)

MEDIA

Foundations of Apologetics DVD

KURSUS

Alfa Course (SG)

Reasonable Faith (SG) seminars & conferences

VOW (Worldview Partners) forums & conferences on related topics

TINJAUAN BUKU: Overcoming the Dark Side of Your Leadership

dark sideTuaian banyak, tetapi pekerja sedikit. Di antara pekerja yang sudah sedikit ini, sangat disayangkan banyak di antara mereka yang akhirnya mengalami kejatuhan dan tidak dapat kembali melanjutkan peran kepemimpinan pelayanan mereka. Ada yang meninggalkan pelayanan karena kegagalan moral, jenuh oleh tekanan pelayanan, pahit dan kecewa oleh relasi yang rusak, dan lain sebagainya. Mereka yang masih melayani dengan setia pun banyak yang kemudian menjalankan pelayanannya dengan berbeban berat dan tanpa gairah.

Realitas tersebut mendorong Dr. Gary L. McIntosh (pemimpin dari McIntosh Church Growth Network dan profesor pelayanan pastoral dan kepemimpinan di Talbot School of Theology Biola University) dan Samuel D. Rima (direktur program Doctor of Ministry di Bethel Seminary dan pengajar di Center for Transformational Leadership) untuk melakukan riset lebih lanjut dan menuliskan hasilnya dalam buku Overcoming the Dark Side of Leadership.

Tujuan buku ini adalah untuk menolong seorang pemimpin memahami pengertian, perkembangan, dan pengaruh dari sisi gelap seorang pemimpin (bagian pertama buku ini), membimbingnya mengenali sisi gelap di dalam dirinya (bagian kedua), dan memberikan langkah-langkah mengatasi sisi gelap tersebut (bagian ketiga).

McIntosh dan Rima mendefinisikan sisi gelap sebagai dorongan batiniah, tekanan motivasi, dan disfungsi kepribadian yang secara tersembunyi mendorong seseorang, yang sering kali terjadi tanpa disadari. Sisi gelap ini juga disebut sebagai “the paradox of personal dysfunction in leadership” karena karakteristik pribadi yang menggerakkan seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam kepemimpinannya juga menjadi karakteristik yang dapat melumpuhkan pemimpin tersebut dan menyebabkan kegagalan besar. Misalnya, seorang menjadi pemimpin yang sukses karena ia memiliki semangat berprestasi yang sangat besar. Semangat berprestasi tersebut bisa saja digerakkan oleh sisi gelap untuk mendapatkan penerimaan dan penghargaan dari figur orangtua yang selama ini tidak ia dapatkan. Tenaga penggerak tersebut dapat menjadi kekuatan yang merusak dirinya ketika menghasilkan perilaku workaholik atau sikap perfeksionis, yang kemudian merusak relasi pemimpin tersebut dengan orang lain di sekitarnya.

Penulis mengidentifikasi lima macam sisi gelap yang mempengaruhi kepemimpinan, yaitu kompulsif, narsisistik, paranoid, kodependen, dan pasif‑agresif. Sisi gelap ini seperti minyak di dalam air, yang akan selalu mencari jalan muncul ke permukaan dan menciptakan kekacauan jika ia tidak dikelola dan ditebus.

Menaklukkan sisi gelap memerlukan disiplin, mawas diri, dan upaya berkelanjutan untuk “menebus” sisi gelap tersebut menjadi kekuatan besar untuk melakukan kebaikan. Langkah-langkahnya dijelaskan dalam bagian tiga buku ini, yaitu: (1) Mengakui sisi gelap Anda, (2) Memeriksa masa lalu, (3) Menolak racun dari tuntutan-tuntutan yang tidak realistis, (4) Melakukan pengenalan-diri yang progresif, dan (5) Memahami identitas Anda dalam Kristus.

Menurut saya, buku Overcoming the Dark Side of Leadership memiliki banyak kekuatan, di antaranya:

  • Topik buku ini penting bagi semua pemimpin karena setiap pemimpin memiliki sisi gelap dengan intensitas yang beragam. Jika pemimpin tidak menyadari, mengenali, dan mengatasinya, maka sisi gelap ini dapat melumpuhkan bahkan menghancurkan efektivitasnya kepemimpinannya.
  • Topik ini sangat krusial bagi kesaksian Kristen. Pada postcript buku ini dituliskan bahwa kejatuhan dari para pemimpin rohani yang terkemuka merupakan faktor yang sangat mencemarkan pandangan dari orang-orang di dunia tentang kekristenan, lebih besar dari banyak faktor yang lain. Jadi bukan hanya efektivitas kepemimpinan pelayanan seseorang yang terkena dampaknya, melainkan kesaksian tubuh Kristus secara lebih luas pun dipengaruhi olehnya.
  • Penulisan buku ini kaya dengan ilustrasi yang diambil dari tokoh pemimpin di dalam kisah Alkitab dan tokoh pemimpin masa kini (baik pemimpin pelayanan maupun umum). Ilustrasi kehidupan ini sangat menolong pembaca untuk melihat contoh nyata dari prinsip-prinsip yang dijelaskan, dan juga mendorong pembaca untuk melakukan introspeksi pribadi.
  • Penulisan buku ini lengkap dengan sarana-sarana yang menolong seorang pemimpin bukan sekadar membaca melainkan juga menerapkan prinsip-prinsip yang ditemukannya. Ada penerapan di akhir setiap bab, kuesioner untuk mengenali sisi gelap pribadi, daftar referensi tes kepribadian, contoh-contoh perjanjian kelompok, konstitusi pribadi, dan evaluasi performa gembala.

Beberapa hal yang masih bisa ditingkatkan atau diperbaiki dari buku ini antara lain:

  • Pembahasan mengenai sisi gelap yang dipaparkan oleh penulis sangat membuka wawasan tentang keberadaan, perkembangan, dan pengaruh dari sisi gelap dalam keberhasilan maupun kegagalan seorang pemimpin. Di sisi lain, menurut saya penulis terlalu banyak mendasarkan pendekatannya dari perspektif psikologi dan kurang mengintegrasikannya dengan perspektif biblikal yang terkait dengan sisi gelap. Yang saya maksud dengan perspektif biblikal adalah bukan sekadar mengambil contoh-contoh Alkitab untuk menggambarkan sisi gelap (yang sudah dilakukan penulis dengan sangat baik). Lebih mendasar dari itu, menurut saya penjelasan mengenai dinamika sisi gelap dan cara mengatasi sisi gelap perlu didasarkan pada pembahasan mengenai dinamika dosa di dalam kehidupan dan pelayanan pemimpin, serta perlu dipusatkan pada kemuliaan Tuhan di dalam pelayanan pemimpin (yang kurang eksplisit dilakukan penulis).
  • Kuesioner sisi gelap yang dimasukkan di dalam buku ini sebenarnya cukup menolong untuk sekadar melakukan refleksi pribadi, tetapi sangat tidak memadai untuk diperlakukan sebagai indikator yang valid dan reliable sesuai standar psikometri. Kalaupun tidak mempertimbangkan uji statistik yang diperlukan bagi sebuah indikator psikologis, penulis pun tidak memenuhi beberapa kaidah dalam penyusunan maupun penulisan kuesioner yang sahih.
  • Pembaca yang ingin mempelajari tentang bagaimana “menjadi pemimpin yang baik” memang perlu mempelajari tentang bagaimana “tidak menjadi pemimpin yang tidak baik”. Salah satunya adalah dengan melakukan studi tentang sisi gelap pemimpin. Namun hal itu jauh dari memadai, sama seperti halnya untuk mempelajari bagaimana memiliki tubuh yang segar bugar tidak akan diperoleh dari sekadar belajar bagaimana mengobati tubuh yang sakit. Meskipun topik sisi gelap adalah krusial dalam kepemimpinan, namun untuk mempelajari bagaimana “menjadi pemimpin yang baik” diperlukan studi tentang unsur-unsur yang membentuk efektivitas seorang pemimpin, bukan sekadar studi tentang sisi-sisi gelap yang perlu diatasi agar tidak menghalangi efektivitas seorang pemimpin.

Kesimpulan saya, buku ini mengangkat topik yang sangat baik untuk dibaca bukan hanya oleh para pemimpin pelayanan melainkan juga pemimpin dalam organisasi atau perusahaan. Meskipun didasarkan pada hasil riset dan studi yang mendalam, buku ini juga ditulis dalam bahasa yang mudah dipahami dan diterapkan, tidak menggunakan bahasa klinis dan akademis. Buku ini dapat menjadi buku panduan terkait sisi gelap kepemimpinan, namun pembaca perlu melengkapi perspektifnya dengan pendekatan biblikal yang solid tentang sisi gelap tersebut.

Saya sangat berharap banyak pemimpin membaca kebenaran-kebenaran yang disingkapkan melalui buku ini, melakukan perenungan pribadi dengan jujur, dan menebus sisi gelap mereka. Jika pemimpin sungguh-sungguh melakukannya, maka dampak positifnya akan dirasakan oleh gereja, lembaga pelayanan, organisasi, rekan kerja, orang yang dilayani, keluarga, dan bahkan tubuh Kristus secara luas.

Buku bahasa Inggris:
http://bakerpublishinggroup.com/books/overcoming-the-dark-side-of-leadership-revised-edition/148352
Buku terjemahan bahasa Indonesia:
http://www.literatursaat.org/book.php?id=151

Presentasi SlideShare:
https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/mengatasi-sisi-gelap-kepribadian
https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/dark-side-2-kuesioner-memahami-sisi-gelap-kepribadian-40095666
https://www.slideshare.net/JohanSetiawan/dark-side-3-sisi-gelap-pribadi-yang-narsistik

Spiritual Miopia

myopia

Tuaian banyak, pekerja sedikit. Gereja banyak, pekerja sedikit. Mengapa?

Saya meyakini salah satu penyebab utamanya adalah suatu penyakit yang telah menjangkiti orang-orang percaya dan gereja Tuhan. Spiritual miopia, atau rabun jauh rohani, yaitu  ketika pandangan kita sebagai orang Kristen hanya melihat hal-hal yang di dekat kita dan susah sekali untuk melihat lebih jauh dari itu. Apa maksudnya?

Mari kita perhatikan gereja atau persekutuan di mana kita ada di dalamnya. Bagi banyak orang, alasan mereka bersekutu adalah karena mereka membutuhkan komunitas yang dapat menolong mereka menghadapi berbagai kondisi dan tantangan hidup. Hal ini tidak salah, bahkan baik karena itu menunjukkan bahwa orang-orang tersebut menyadari kebutuhan mereka, dan mereka mencarinya di tempat yang baik, yaitu persekutuan orang percaya, bukan di tempat lain. Hal ini juga menunjukkan bahwa persekutuan orang percaya yang mereka datangi dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga dapat menarik orang-orang untuk datang. Masalahnya adalah jika berhenti di sana. Kalau persekutuan orang percaya sekadar berfungsi sebagai tempat untuk memberi perteduhan bagi hati yang lelah oleh pergulatan hidup, menjadi pembalut bagi luka-luka pergumulan batin, menjadi pertemanan bagi kesepian dan keterasingan, maka pemikiran untuk menghasilkan pekerja menjadi gagasan yang sangat jauh dan terasa agak berlebihan. Kebutuhan yang bisa dilihat hanyalah bagaimana menjalankan persekutuan yang aman dan nyaman bagi orang-orang yang membutuhkan. Semakin banyak konselor dan sahabat rohani adalah semua yang mereka butuhkan.

Bagi banyak orang lainnya, alasan mereka bersekutu adalah karena ingin bertumbuh secara rohani. Hal ini tidak salah, bahkan baik karena itu menunjukkan adanya hati yang lapar dan haus akan kebenaran, orang-orang yang tidak puas dengan pemahaman dan pengalaman mereka akan kerohanian. Hal ini juga menunjukkan kenyataan bahwa orang-orang tersebut datang ke persekutuan karena di sana tersedia sarana-sarana bagi mereka untuk belajar dan bertumbuh dalam iman. Masalahnya adalah jika berhenti di sana. Kalau persekutuan orang percaya hanya berfungsi sebagai sarana pendalaman iman Kristen, di mana selalu saja ada hal-hal penting yang perlu dipelajari dengan lebih luas dan lebih dalam dan selalu saja ada standar pengetahuan dan wawasan yang perlu dikejar untuk menjadi orang Kristen yang dewasa dalam pemikiran, maka menghasilkan pekerja menjadi gagasan yang sangat jauh dan terasa agak berlebihan. Kebutuhan yang bisa dilihat hanyalah bagaimana menjalankan persekutuan yang menyediakan bahan dan narasumber pembelajaran yang diperlukan. Semakin banyak pembicara dan pengajar yang baik adalah semua yang mereka butuhkan.

Bagi banyak orang lainnya, mereka bersekutu karena ingin berada dalam suasana sakral, dipenuhi dengan sensasi keagungan Tuhan. Melalui musik dan lagu-lagu yang dinaikkan, melalui liturgi dan tradisi yang dihayati, melalui perlambangan yang dapat dirasakan, dilihat, dikecap, didengar. Hal ini tidak salah, bahkan baik karena itu menunjukkan pencarian mereka akan hal-hal sorgawi di tengah-tengah dunia yang mereka jalani. Masalahnya adalah jika berhenti di sana. Kebutuhan yang dilihat hanyalah bagaimana menyelenggarakan acara ibadah yang inspirasional, berkesan, menyentuh hati, membangkitkan jiwa, lengkap dengan segala perlengkapan dan perkakas gerejawi. Semakin banyak perancang ibadah dan pemimpin pujian adalah semua yang mereka butuhkan.

Masing-masing pandangan terhadap kebutuhan ini tidak salah, tetapi tidak lengkap. Semuanya memiliki kekurangan dalam satu bagian yang sangat vital. Pandangan kita terkena rabun jauh. Semua yang kita lihat berkisar pada kebutuhan “kalangan sendiri” dibatasi oleh kotak empat dinding bangunan gereja. Kita kehilangan pandangan pada kebutuhan dunia ini.

Melihat orang banyak itu, ….” Ketika Tuhan Yesus melihat orang banyak, hatinya digerakkan oleh belas kasihan. Apa dan bagaimana kita melihat akan menentukan menentukan apa yang akan kita kerjakan untuk memenuhinya. “Dunia orang buta dibatasi oleh sentuhannya; dunia orang bebal dibatasi oleh pengetahuannya; dunia orang besar dibatasi oleh visinya,” ungkap E. Paul Hovey. Hal ini secara khusus benar dalam menjelaskan mengapa sedikit pekerja yang dihasilkan. Karena sangat kurangnya pandangan (vision) terhadap luasnya tuaian. Kita terjangkit spiritual miopia.